:) Satyaku ku dharmakan dharmaku kubaktikan :)

scout camp mahato

shatni.rani.maya.istiana.regina.and afni

panitia konsumsi

perkemahan bhakti dan pelantikan penegak,bantara dan laksana di smk YAPIM

mizra junaidi dan andalan cabang rokan hulu

oreantasi kamabigus kwartir ranting tambusai utara

Kamis, 12 Desember 2013

Materi saka bakti husada

Krida Saka Bakti Husada

Saka Bakti Husada meliputi 6 (enam) krida, yaitu :
   1. Krida Bina Lingkungan Sehat
   2. Krida Bina Keluarga Sehat
   3. Krida Penanggulangan Penyakit
   4. Krida Bina Gizi
   5. Krida Bina Obat.
   6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK : 
1. SKK Penyehatan Perumahan
TUJUAN SKK Penyehatan Air
  1. Golongan Siaga
    • Mengetahui manfaat dan arti air bagi manusia
    • Mengetahui tanda air bersih dan asal sumber air
    • Dapat membedakan air bersih dan air kotor
    • mengetahui cara menjaga kebersihan tempat penyimpanan air
  2. Golongan Penggalang
    • Dapat menjelaskan manfaat dan arti air bagi manusia
    • Dapat menjelaskan tanda air bersih dan asal sumber air dan macam penyakit.
    • Dapat menjelaskan dan menrangkan cara mengatasi pemcemaran air.
  3. Golongan Penegak dan Pandega
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang manfaat dan arti air bagi manusiat
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang tanda air bersih dan asal sumber air dan cara mengatasi gangguan fisik (bau, warna, rasa).
    • Dapat mengatasi/praktek membuat alat perbaikan kalitas air.
    • Dapat membuat alat peraga/maket tentan galat penurun kadar besi, air gambut, alat saringan air sederhana, alat pembubuh kaporit.
 
2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
TUJUAN SKK Penyehatan Air
  1. Golongan Siaga
    • Mengetahui manfaat dan arti air bagi manusia
    • Mengetahui tanda air bersih dan asal sumber air
    • Dapat membedakan air bersih dan air kotor
    • mengetahui cara menjaga kebersihan tempat penyimpanan air
  2. Golongan Penggalang
    • Dapat menjelaskan manfaat dan arti air bagi manusia
    • Dapat menjelaskan tanda air bersih dan asal sumber air dan macam penyakit.
    • Dapat menjelaskan dan menrangkan cara mengatasi pemcemaran air.
  3. Golongan Penegak dan Pandega
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang manfaat dan arti air bagi manusiat
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang tanda air bersih dan asal sumber air dan cara mengatasi gangguan fisik (bau, warna, rasa).
    • Dapat mengatasi/praktek membuat alat perbaikan kalitas air.
    • Dapat membuat alat peraga/maket tentan galat penurun kadar besi, air gambut, alat saringan air sederhana, alat pembubuh kaporit.

SKK Pengawasan Kualitas Air

TUJUAN SKK Pengawasan Kualitas Air
  1. Golongan Siaga
    • Mengetahui pentignya dari tanda-tanda air bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana
    • Mengetahui penyakit yang disebabkan air kotor
    • Dapat mengangkat/mengambil air dengan tidak mengganggu kualitas air/mutu air.
  2. Golongan Penggalang
    • Dapat menjelaskan tentang pentignya air bersih dan tanda-tanda air bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana
    • Dapat menjelaskan penyakit yang disebabkan air kotor
    • Dapat menjelaskan cara mengangkat/mengambil air dengan tidak mengganggu kualitas air/mutu air.
    • Dapat menjelaskan cara memperoleh air yang baik secara fisik dan bakteriologis.
  3. Golongan Penegak dan Pandega
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang pentignya air bersih dan tanda-tanda air bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang penyakit yang disebabkan air kotor
    • Dapat memberikan penyuluhan cara mengangkat/mengambil air dengan tidak mengganggu kualitas air/mutu air.
    • Dapat memberikan penyuluhan cara memperoleh air yang baik secara fisik dan bekteriologis.
    • Dapat memberikan penyuluhan cara memperoleh air bersih melalui proses kimia tertentu
 
3. SKK Pengamanan Pestisida
TUJUAN SKK Pengamanan Pestisida
  1. Golongan Siaga

    Pramuka golongan siaga mengetahui :
    • apa yang disebut pestisida
    • pestisida rumah tangga
    • cara menyimpan pestisida
    • cara membuang pestisida
    • tanda gambar tingkatan bahaya pestisida
  2. Golongan Penggalang

    Pramuka golongan penggalang bisa menjelaskan :
    • apa yang disebut pestisida
    • pestisida rumah tangga
    • cara menyimpan pestisida
    • cara membuang pestisida
    • tanda gambar tingkatan bahaya pestisida
  3. Golongan Penegak dan Pandega

    Pramuka golongan penegak dan pandega dapat mengaplikasikan dan memberi contoh (menyuluh) hal-hal yang penting tentang pestisida seperti :
    • masuknya pestisida ke dalam tubuh manusia
    • cara menyimpan pestisida
    • cara membuang limbah pestisida
    • pertolongan pertama pada korban keracunan pestisida
 
4. SKK Pengawasan Kualitas Air
TUJUAN SKK Pengawasan Kualitas Air
  1. Golongan Siaga
    • Mengetahui pentignya dari tanda-tanda air bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana
    • Mengetahui penyakit yang disebabkan air kotor
    • Dapat mengangkat/mengambil air dengan tidak mengganggu kualitas air/mutu air.
  2. Golongan Penggalang
    • Dapat menjelaskan tentang pentignya air bersih dan tanda-tanda air bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana
    • Dapat menjelaskan penyakit yang disebabkan air kotor
    • Dapat menjelaskan cara mengangkat/mengambil air dengan tidak mengganggu kualitas air/mutu air.
    • Dapat menjelaskan cara memperoleh air yang baik secara fisik dan bakteriologis.
  3. Golongan Penegak dan Pandega
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang pentignya air bersih dan tanda-tanda air bersih serta membedakannya dengan air kotor secara sederhana
    • Dapat memberikan penyuluhan tentang penyakit yang disebabkan air kotor
    • Dapat memberikan penyuluhan cara mengangkat/mengambil air dengan tidak mengganggu kualitas air/mutu air.
    • Dapat memberikan penyuluhan cara memperoleh air yang baik secara fisik dan bekteriologis.
    • Dapat memberikan penyuluhan cara memperoleh air bersih melalui proses kimia tertentu
MATERI SKK Pengawasan Kualitas Air
  1. Air Bersih
    1. Pentingnya Air Bersih

      Air bersih penting karena dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup di alam ini seperti manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Air kita pergunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya untuk mencuci, mandi, dll. Karena itu air tersbut harus bersih, agar tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.
    2. Tanda-tanda Air Bersih

      Air yang bersih itu berasal dari :
      • Air sumur, air sumur pompa
      • Air Ledeng/kran
      • Air gunung, mata air, air danau dekat gunung
      • Air yang telah dimasak.

      Sedang tanda-tanda air yang bersih itu :
      • airnya berwarna bening, jernih, tidak keruh
      • rasa air tawar, tidak asam, asin, payau, dan tida sepet/kelat, dsb.
      • tidak berbau amis, anyir, atau busuk
      • airnya segar.

      Adapun tanda-tanda air kotor itu biasanya :
      • berwarna keruh, kotor, coklat, abu-abu, hitam, dll.
      • biasanya berbau amis, anyir/busuk, dsb.
      • banyak kotoran, sampah, daun-daunan, kaleng bekas dsb.
    3. Air yang baik secara fisik artinya kita memperoleh air dari sumber air ang baik dengan cara mengambil air dari :
      1. Air Tanah
        • diambil melalui sumur gali dengan memakai timba yang bersih atau dengan menggunakan pompa air
        • diambild ari sumur bor. Air Sumur bor biasaya jarang mengandung bibit-bibit penyakit
        • air yang dipakai untuk memancing agar pompa air dapat berjalan haruslah air yang bersih
        • air sumur, pada waktu banyak terjai penyakit muntah berak/kolera harus diberi bubuk kaporit agar kuman penyakitnya mati.
      2. Air Hujan
        • air hujan yang jatuh dari langit sebelum ditampung harus disaring dulu, dengan ijuk atau kain agar kotoran tidak ikut masuk ke dalam bak air.
        • air yang tekah disaring harus ditmpung ditempat yang bersih, seperti, tempayan, drum, bak semen, dsb. Tempat menampung air hujan harus memakai tutup.
        • air hujan yang telah ditampung diambil dengan timba atau kran yang bersih
        • air hujan yng dapt dibubuhi kapori, dan kapur tohor untuk membunuh kuman penyakit, dan menambah enaknya rasa air hujan.
      3. Air Ledeng
        • diambil dari kran umum, bak-bak umum atau Hydran Air yang telah disediakan oleh Perusahaan Air Minum pada tempat pemukiman
        • tidak boleh diambil dari pipa-pipa air yang dibocorkan
        • tidak boleh menyedot air dari pipa-pipa air dengan pompa air agar kotoran dari luar tidak tersedot (terhisap)
    4. Air yang baik secara bakteriologis adalah air yang mengalami proses : semua air, air ledeng, air danau, air hujan, ai pompa yang akan diminum atau membuat minuman/makanan, harus dimasak sampai mendidih agar kuman-kuman penyakit dan racun dan air bisa hilang atau mati, sehingga air aman untuk diminum.
  2. Pengambilan Air
    1. mengambil dari sumber yang baik seperti air sumur gali, air pompa, mata air, air gunung, dll
    2. Menjaga agar tempat dekat sumber air/mata air, sumur pompa, dll harus dipelihara dan dijaga agar tetap dan selalu bersih.
      Caranya :
      • tidak membuang kotoran-kotoran dan sampah dekat mata air, sumur dll.
      • jangan mandi terlalu dekat dengan sumur
      • ternak seperti ayam, kambing, kerbau tidak mengotori sumur, mata air, bak penampungan hujan
      • sumur harus mempunyai dinding, lantai sumur, bibir sumur, dan pagar.
      • air hujan yang dipakai/ditampung harus disaring
      • pohon sekeliling mata air jangan ditebang
    3. Air diangkat/diambil dengan alat-alat/benda yagn bersih dan benar seperti :
      • air sumur diambil dengan timba yang bersih atau dengan pompa air
      • air ledeng diambil dari kran-kran air yang telah disediakan
      • ember, tempayan, bak air untuk menampung dan menyimpan air harus bersih dan mempunyai penutup
      • ember, tempayan, bak air yang mempunyai sisa-sisa kotoran di dalamnya harus dibersihkan agar air yang ditampung/disimpan tidak ikut kotor.
      • gelas-gelas untuk minum juga harus bersih dan pakai tutup
      • air mentah yang akan diminum harus dimasak lebih dahulu.
    4. Cara pengambilan sample air.

      Sample (contoh) air yang akan diambil dibedakan untuk pemeriksaan kimia dan untuk pemeriksaan bibit-bibit/kuman-kuman penyakit yang terkandung dalam air.
      1. Untuk pemeriksaan kimia dan fisika
        • contoh air, diambil dari masing-masing sumber air seperti mata air, air
        • sampel air yang diambil untuk diperiksa, pada botol air harus diberi label atau keterangan tentang tanggal diambil, tempat sampel air diambil, maksud pemeriksa (pemeriksaan kimia lengkap atau sebagian, keadaan dan lingkungan sampel air.
        • terhadap air kran dan air pompa, air dipompa atau dikeluarkan dari kran selama 15 menit untuk membersihkan kotoran pada permukaan kran atau pompa. Kemudia setelah air itu dibuang, air yang baru ditampung dalam botol, jerigen, kantong, plastik, sebanyak 2 liter. Botol, jerigen, kantong plastik harus punya tutup.
        • terhadap air sumur, botol pengambil air diberi timah besi pemberat di pantat botolnya. Kemudian ditenggelamkan ke dalam sumur. Demikian pula terhadap mata air atau air danau.
        • setelah air siap diambil, diberi label, sampel air dikirm ke laboratorium perusahaan air minum, laboratorium Rumah Sakit atau laboratorium Dinas Kesehatan.
      2. Untuk pemeriksaan bibit-bibit penyakit/kuman penyakit
        • jumlah air yag diambil anatara 100ml-500ml
        • botol-botol yang dipergunkana untuk contoh aair harus bebas kuman atau steril dan pakai tutup yang juga steril.
        • kran-kran air, corong pompa harus dibuka (dikeluarkan airnya), lalu dipanasi dengan api spiritus antara 5 – 10 menit agar kuman-kuman pada mulut kran dan kran pompa mati.
        • setelah itu botol yang steril dimasukkan air yang akan diperiksa sebanyak 100ml – 500ml lalu tutup.
        • botol sampel yang telah diapaki dan telah berisi air serta ditutup diberi label/keterangan (tanggal pengambilan, tempat pengamiblan mata air (kran-sumur-air (pompa)
        • sampel air yang telah dimasukkan ke dalam botol sampel, ditutup dan diberi label harus segera dikirim ke laboratarium tempat pemeriksaan secepatnya. Tidak boleh lebih dari 12 jam – 24 jam dan untuk air limbah harus kurang 6 jam.
        • lalu dikirm ke laboratarium Rumah Sakit. Laboratarium Dinas Kesehatan atau Laboratarium Perusahaan Air Minum.
    5. Cara Memperoleh air bersih melalui proses Kimia (tertentu (kaporit, tawas, kapur, tohor)
      1. air yang keruh/kotor, diberi tawas (A12 SO4) agar kotoran halus yang mengambang dalam air dapat menggumpal menjadi butir kotoran yang lebih besar, dan mudah mengendap dan juga diberi kapur tohor {Ca (OC12)}
      2. air yang diberi tawas, dialirkan ke bak yang ada saringan kerikil, ijukm dan pasir agar kotorannya tersaring.
      3. air yang sudah disaring dialirkan ke dalam tempat pengampungan air bersih dan kemudian diberi bubuk kaporit, agar air yang sudah jernih itu kuman-lumnanya dapat mati/terbunuh.
        susunan tempat pembubuh kaporti ini, dilengkapi dengna lapisan arang batok kelapa agar bau dalam air yang telah disaring dan bau kaporit dapat dihilangkan atau berkurang dan diberi pula lapisan ijuk agar kotoran sisa dapat lebih tersaring.
      4. air yang telah sidaring, diberi kaporit berait telah bersih dan dapat dipergunakan untuk mandi, mencuci, dll. Terapi untuk minum air tersebut harus dimasak.
      5. ukuran bahan kimia yang diperlukan adalah untuk volume 20 liter dibutuhkan :
        • tawas = 4 gram
        • kapur tohor = 4 gram
        • kaporit = 0,2 mg
      6. air yang diberi kapur tohor dan tawas dibiarkan selama 5 – 10 menit
    6. syarat kualitas air dan kualitas air yang baik secara fisik.
      1. Syarat Fisik
        • tidak berwarna, artinya air itu jernih, bening dan tidak keruh/kotor
        • tidak berasa, artinya air itu tidak asin, asam, payau, sepet/kelat,dsb
        • air tersebut segar artinya suhu air tersebut tidak melebihi suhu udara luar.
        • tidak berbau artinya air tersebut tidak berbau amis, anyir,busuk, menyengat, dll.
      2. Syarat Kimia :
        • tidak mengandung bahan-bahana] kimia beracun seperti timah hitam (Pb), air Raksa (Hg)
        • kadar kimia unsur-unsur lain seperti besi (Fe), Mangan (Mg) dan lainnya tidak melebihi syarat yang telah ditetapkan.
        • derajat keasaman air harus normal tidak boleh terlalu asam atau terlalu basa. Tanda derajat keasaman itu ditandai denan pH (yang baik adalah 6,5-8p pm).
        • tidak mengandung racun seperti bekas racun tikus, nyamuk, pestisida, dll.
      3. Syarat Bakteriologis :

        Tidak mengandumg bibit penyakit seperti bibit penyakit kolera, tipus, disentri, kencing tikus, dll.

      Cara membedakan kualitas air yang baik secara fisik :
      1. warna jernih dan bening : dapat ditentukan dengan melihat dasar tempat air ditampung
      2. tidak berbau : dilakukan dengan menciumnya.
      3. rasa air tawar : dirsai melalui mulut atau dicicipi dengan ujung lidah
      4. air segar : dirasakan dengan tangan dan mulut
  3. Pemeriksaan Air
    1. Dengan alat yang sederhana :
      1. Kekeruhan
        • air dimasukkan ke dalam gelas atau tabung yang bening, warna air keruh dan warna gelas yang putih dan ebing tampak berbeda
        • kalau dalam kolam air atau bak mandi, diberi pecahan piring yang berwarna putih di dasar kolam, apabila pecahan piring yang ada di dasar kolam/bak yang berisi air terlihat dengan jelas berarti air itu jernih.
      2. Rasa :

        Dapat dicicipi melalui lidah kita, apakah terasa asam, asin, pahit, payau, kelat, tawar, dsb.
      3. Bau :

        Dapat diketahui melalui indera penciuman kita, apakah amis, anyir, atau bau busuk, pada tempat air dtampung.
      4. Kesadahan atau air yang lemak :

        Dapat diketahui apakah air tersebut kalau dipakai mandi terasa licin, atau mengeluarkan busa atau tidak. Kalau air itu licin atau tidak berbusa kena sabun berarti air itu sadah, artinya banyak mengandung kapur.

        Selain itu, Air yang tidak berbusa atau tidak berbuih tersebut juga bisa disebabkan karena mengandung zat kimia tertentu seperti Garam Kalsium (Zat Kapur), atau Garam Magnesium (Zat Mesiu) dalam kadar yang berlebihan. Biasanya dinyatakan dalam derajat jerman (75 derajat jerman). Cara menghilangkannya :
        • dipanaskan/dimasak (untuk garam calcium dan Mg )
        • disemprotkan ke udara agar kontak dengan udara
        • disaring dengan pasir dan pengolahan tertentu.
    2. Pemeriksaan pH air :
      1. Dengan komperator
        • Sediakan komperator dengan yang mempunyai 2 (dua) tabung
        • isikan tabung pertama dengan air yang akan diperiksa dan bubuhi zat penunjuk seperti Ortolidine, Brom, thimal Blue dan Phenol Red
        • isikan tabung kedua dengan air yang sama tetapi tidak dibubuhi bahan yang disebut diatas
        • kadua tabung dimasukkan ke dalam tempat pada komperator dan perhatikan perbedaan warna menurut nomor (angka) yang ditunjukkan pada kedudukan wrna penduga yang sama.
      2. Menaikkan pH air
        • memberikan kapur tohor atau
        • diberi abu dapur, abu gosok atau sekam yang telah dibakar

          Jumlahnya menurut banyaknya air atau menurut kadar ph-nya. Misalnya untuk pH air ….. Untuk Volume air 1 m3, diberi tohor sebanyak … gram.
  4. Penyakit yang Disebabkan Air Kotor

    Di dalam air bibit-bibit penyakit dapat hidup. Air juga dapat membawa bibit-bibit penyakit maupun bibit serangga, seperti nyamuk, lalat, sebagainya. Oleh karena itu, macam-macam penyakit itu :
    • penyakit kulit seperti gatal, kutu air, kudisan kran, air pompa, air sumur sebanyak 2 (dus) liter. Diamsukkan ke dalam botol dan kantong air yang bersih.
    • air yang diambil contoh (sampelnya) tidak boleh disimpna lebih dari 72 jam sejka diambil s/d diperiksa di laboratarium pemeriksaan air.
    • penyakit disentri, muntah berak, kolera, mencret typus.
    • penyakit cacing Schitoma
    • penyakit kuning karena air kencing tikus
 


SEJARAH SAKA WIRA KARTIKA

SEJARAH SAKA WIRA KARTIKA

Terbentuknya Saka Wirakartika

TNI AD melakukan kerja sama pembinaan serta pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Djoko Santoso dan Ketua Kwarnas Azwar Anas menandatangani naskah kerja sama di Kodam Jaya, Jakarta, Minggu (28/10).
Menurut KASAD, TNI AD membentuk “Saka Wira Kartika” sebagai wadah gerakan pramuka di jajarannya. Pasalnya, hampir satu dasawarsa ini harus diakui keikutsertaan AD secara langsung dalam membina pramuka belum mengemuka.
Pembentukan ini juga menindaklanjuti pencanangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang revitalisasi gerakan pramuka Indonesia. “TNI AD mengambil peran dalam rangka pembinaan generasi muda melalui gerakan pramuka agar menjadi generasi muda berkarakter dan siap menjadi kader-kader pemimpin bangsa,” ujar KASAD.
Untuk tahap awal, koordinasi dengan kwartir masih sebatas tingkat kabupaten (Komando Distrik Militer/Kodim). Ke depan akan dikembangkan setingkat kecamatan, bahkan kelurahan dan desa. Dengan langkah ini, TNI AD mengkonkritkan kembali perannya sebagai kekuatan pertahanan negara, sekaligus kekuatan moral dan kekuatan kultural bangsa.
Untuk mengefektifkan pembinaan kepramukaan, KASAD menjelaskan, akan memerintahkan komandan satuan di jajaran TNI AD membentuk dan membangun gugus depan teritorial. Saat ini, telah ada 115 gugus depan yang dibantu TNI AD. “Gugus depan satuan tersebut akan membantu personel, materiil, moril, organisatoris, fasilitas, dan peralatan untuk membantu gerakan pramuka,” ucap KASAD. Secara konkret hal ini akan dibicarakan dalam rapat koordinasi teknis (rakornis) Asisten Teritorial KASAD dan para Danrem, Selasa (30/10) mendatang.
Rapat tersebut, sekaligus memberi pembekalan dan orientasi pramuka, sehingga komandan satuan memahami benar tentang kepramukaan. KASAD membantah langkah ini sebagai upaya penambahan kekuatan TNI AD. Katanya, hal ini semata-mata untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan semangat kebangsaan sejak dini. “Sama sekali bukan upaya penambahan kekuatan angkatan darat. Kalau orang mempunyai nasionalisme dan bela negara yang tinggi otomatis akan memperkuat pertahanan negara. Itu modal yang sangat strategis dalam pertahanan,” ujar KASAD.
Saka Wira Kartika baru berupa saka rintisan yang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2007. Pembentukannya berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan.
Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :
1. Krida Survival
2. Krida Pioneer
3. Krida Mountainering
4. Krida Navigasi Darat
5. Krida Bintal Juang
ImageTiap Krida memiliki Spesifikasi materi pendidikan yang berbeda dengan krida lainnya.
Sudah barang tentu, di wilayah lainnya akan segera menyusul pembentukan Saka Wira Kartika. Generasi ini membutuhkan pendidikan dan latihan dalam upaya menghadapi tantangan ke depan, berpacu dengan kemajuan jaman dan tehnologi yang ternyata juga memiliki dampak dan pengaruh negati

MATERI SAKA DIRGANTARA

MATERI SAKA DIRGANTARA 1


SAKA SECARA GARIS BESAR
Satuan karya adalah wadah pendidikan guna menyalurka bakat dan minat dan mengembangkan bakat juga pengalaman angoota pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejarah terbentuknya saka
Menggingat kira-kira 80% penduduk indonesia tinggal di pedesaan, maka KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA pada tahun 1961 menganjurkan supaya PRAMUKA mengadakan kegiatan di bidang pembanguna desa. Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian dan ketua Kwarnas pada tahun 1966 mengelurkan instruksi bersama untuk membentuk SAKA TARUNA BUMI, seiring dengan berkembangan zaman, maka di ikutilah terbentuknya saka-saka yang lain.

Saka dirgantara
Saka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan praktis di bidang kedirgantaraan guna untuk menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembanguan nasional.

Sejarah terbentuknya saka dirgantara
Diawali dengan kegiatan perintisan kegiatan aeromodelling secara di indonesia, pada tahun 1948 oleh TNI AU (dulu nya AURI) merintis terbentuknya aeroclub dan pandu udara di bawah naungan dinas pertahanan TNI AU masa-masa itu. Aeromodelling identik dengan pandu udara dan berkembang menjadi pramuka udara lantas menjadi PRAMUKA SAKA DIRGANTARA sejak 17 Januari 1972.



Tujuan terbentuknya saka dirgantara
Tujuan SAKA DIRGANTARA adalah untuk memeberikan pendidikan dalam bidang kedirgantaraan bagi anggota gerakan pramuka melalui kegiatan nyata, produktif, inivatif, dan berguna baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat dan negara.

Anggota saka dirgantara
Anggota SAKA DIRGANTARA yaitu terdiri dari :
Peserta didik tingkatan Pramuka.
1.     Prmuka Penggalang usia 14-15 tahun
2.    Pramuka Penegak usia 16-21 tahun
3.    Pramuka Pandega usia 22-25 tahun
Barulah adanya
·         Pemimpin Saka
·         Instruktur Saka
·         Pamong Saka

Pengenalan bad saka dirgantara
1.     Pesawat jet dan roket
2.    Gambar tunas kelapa
3.    Tulisan saka diirgantara




Untuk Warna
·         Warna dasar jingga
·         Pesawat jet dan roket : putih dan kuning
·         Pesawat roket : abu-abu di atas warna dasar hitam
·         Tulisan SAKA DIRGANTARA : warna hitam

ARTI KIASAN BAD SAKA DIRGANTARA
1.     Bentuk segi lima : melambangkan Pancasila
2.    Warna dasar jingga : kemauan menunjukkan cipta dan karsa
3.    Pesawat jet dan roket : penerapan teknologi maju/selalu mengikuti perkembangan zaman
4.    Warna dasar hitam : wawasan antariksa yang luas tiada batas
5.    Tunas kelapa : melambangkan keberadaan setiap anggota gerakan pramuk dalam ikut serta melaksanakan pembangunan nasional khususnya di bidang kedirgantaraan
6.    Tulisan SAKA DIRGANTARA : satuan karya yang mengabdi dalam kegiatan kesauan dan persatuan di bidang kedirgantaraan.

KRIDA YANG TERDAPAT DI SAKA DIRGANTARA
1.     Olahraga dirgantara
2.    Pengetahuan kedirgantaraan
3.    Jasa kedirgantaraan





A.    OLAHRAGA DIRGANTARA
·         Pesawat bermotor
·         Pesawat tak bermotor
·         Aeromodelling
·         Terjun payung
·         Layang gantung

B.     PENGETAHUAN KEDIRGANTARAAN
·         Navigasi udara
·         PLLU (Pengaturan Lalu Lintas Udara)
·         Meteorologi
·         Fasilitas penerbangan
·         Aerodinamika

C.      JASA KEDIRGANTARAAN
·         Tekhnik mesin pesawat udara
·         Komunikasi
·         Struktur pesawat
·         SAR (Search and Rescue)








Berikut adalah gambar SKK yang terdapat di 3 krida SAKA DIRGANTARA .
Bagian - bagian pesawat terbang:

Cockpit tempat pilot mengendalikan dan mengontrol pesawat

Fulsage merupakan badan atau rangka pesawat

Jet engine (mesin jet) yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga yang akan mendorong pesawat

Elevator berfungsi untuk menaik dan menurunkan hidung pesawat

Rudder berfungsi untuk membelokan pesawat kekanan dan kekiri

Stabilizer berfungsi untuk menjaga pesawat stabil terhadap arah angin


Bagian-bagian sayap pesawat terbang

Wing (sayap) berfungsi untuk membagnkitkan gaya angkat. Sayap pesawat terdiri dari beberapa bagian berikut
Spoiler (9) berbentuk plat kecil yang terletak di sayap pesawat berfungsi untuk mengurangi gaya angkat pesawat sesaat setelah mendarat.

Aileron (2,3) berfungsi untuk membuat gerakan memutar

Flaps (4) berfungsi untuk menambah gaya angkat saat pesawat dalam kecepatan rendah

Slats (6) berfungsi untuk memperluas area sayap pesawat agar gaya angkat pesawat bertambah

Bagian- bagian Wing ( Sayap Pesawat )

  1. Wingtip
  2. Low Speed Aileron
  3. High Speed Aileron
  4. Flap track fairing
  5. Krüger flaps
  6. Slats
  7. Three slotted inner flaps
  8. Three slotted outer flaps
  9. Spoilers
  10. Spoilers Air-brakes
A.    OLAHRAGA DIRGANTARA
·         SKK Pesawat Bermotor
Skk pesawat bermotor merupakan salah satu jenis olahraga dirgantara yang di perlombakan dalam PON. Pesawat bermotor ini merupakan jenis pesawat model yang terdiri dari bersayap tetap (fixed wing) dan sayap putar (rotary wing). Kedua-duanya ada yang berfungsi sebagai sport (one flying trainner dan competisi/prestasi).

·         SKK Pesawat Tak Bermotor
Skk pesawat tak bermotor juga merupakan pesawat model yang terdiri dari jenis sport (fun) dan kompetisi/prestasi.

·         SKK Aeromodelling
Aeromodelling adalah salah satu kegiatan yang menggunakan sarana pesawat terbang miniatur (model) untuk tujuan rekreasi, edukasi, dan olahraga. Aeromodelling ini merupakan olahraga dirgantara yang terkait dengan perancangan, perencanaan, dan penerbangan pesawat model.

·         SKK Terjun Payung
Terjun payung merupakan salah satu dari olahraga dirgantara, terjun payung di perkenalkan di indonesi pertama kalinya pada tahun 1962 oleh MLADEN MILICEVIC (MIKA) seorang berkebangsaan Yugoslavia, yang pada waktu itu di perbantukan di sekolah para komando TNI AD di batu jajar. Perkumpulan terjun payung pertama adalah AVES didirikan di bandung oleh mahasiswa ITB (Institut Tekhnologi Bandung) bersama seorang wartawan yang bernama Trisno Yuwono pada tanggal 29 Juli 1969, dan sejak itu olahraga terjun payung terus berkembang di seluruh tanah air. Pada tanggal 17 Januari 1972 klub-klun terjun payung yang terdapat di indonesia sebanyak 62 klub dan bergabung dalam induk organisasi FASI.

·         SKK Layang Gantung
Cabang olahraga dirgantara ini masih banyak belum di ketahui orabg indonesia, karena olahraga yang juga menggunakan parasut ini baru berkembang di indonesia pada awal dekade 70-an. Kendala yang dihadapi lebih pada persoalan image dan citra bahwa olahraga ini merupakan olahraga yang mahal dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Olahraga layang gantung ini sering di sebit dengan gantole.

B.     KRIDA PENGETAHUAN DIRGANTARA
·         SKK Navigasi Udara
Nvigasi udara berasal dari bahasa latin NAVIS dan AGERE. Navis di artikan sebagai kapal dan Agere di artikan sebagai pekerjaan memindahkan atau menjalankan, dengan itu navigasi pada umumnya di artikan sebagai pengetahuan sekaligus seni memindahkan kapal dari satu tempat ke tempat yang lain di muka bumi sesuai rencana. Dari definisi berikut di dapat pemahaman bahwa pengetahuan naviasi merupakan pengetahuan sekaligus seni tentang memindahkan kapal (dengan berbagai efek yang terkait di dalam nya) dari pelabuhan laut yang satu ke pelabuhan laut yang lain yang ada di muka bumi. Dalam kegiatan penerbangan pengetahuan dan keterampilan bernavigasi bagi semua yang terkait dengan penerbangan, sangat penting dalam menentukan keberhasilan misi penerbangan itu sendiri.





·         SKK PLLU (PENGATURAN LALU LINTAS UDARA)
Pengaturan lalu lintas udara ATC ( AIR TRAFFIC CONTROILLER ) adalah penyedia layanan yang mengatur lalu lintas udara terutama pesawat terbang untuk mencegah pesawat terlalu dekat satu sama lain dan bertabrakan.

·         SKK METEOROLOGI
Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di atmosfer. Aplikasi meteorologi dalam dunia penerbangan adalah untuk memperhatikan keadaan cuaca yang di perlukan dalam penerbangan yang meliputi cuaca ketika pesawat akan lepas landas/ takeoff, pesawat akan mendarat/landing, dan sepanjang jalur penerbangan.

·         SKK FASILITAS PENERBANGAN
Dalam materi fasilitas penerbangan ini, akan di bahas fasilitas-fasilitas yang menunjang yang sebagai alat bantu dalam dunia penerbangan. Contoh dari fasilitas penerbangan adalh DME (DISTANCE MEASURING EQUIPMENT) yang berfungsi untuk memberikan panduan/informasi jarak bagi pesawat udara dengan stasiun DME yang di tuju.

·         SKK AERODINAMIKA
Aerodinamika merupakan ilmu tentang gaya dan gerak. Di sini akan di pelajari gaya-gaya pesawat terbang, yang terdiri dari TRUSHT,DRAG, WEIGHT and LIFT.



C.      KRIDA JASA DIRGANTARA
·         SKK TEKHNIK MESIN PESAWAT UDARA
Di SKK TEKHNIK MESIN PESAWAT UDARA akan mempelajari tentang jenis-jenis mesin pesawat dan cara kerjanya.

·         SKK KOMUNIKASI
Komunikasi penerbangan berhubungan pula dengan pengaturan lalu lintas udara. Komunikasi yang baik akan mempengaruhi keselamatan dan kebijakan pilot dalam menjalankan tugas.

·         SKK STRUKTUR PESAWAT
Di sini akan mempelajari mengenai komponen-komponen/bagian-bagian dari pesawat udara dan fungsinya masing-masing.

·         SKK SAR (SEARCH AND RESCUE)
SAR di artikan sebagai usaha dan kegiatan kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada manusia dengan kegiatan yang meliputi :
1.     Mencari
2.    Menolong
3.    Menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau di khawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam bencana/musibah.
Dalam dunia penerbangan kegiatan ini di laksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat. Sejak tahun 1950 indonesia sudah terdaftar sebagai anggota ICAO (international civil aviation organisation) dan IMCO (International maritim consultative organitation) yang wajib memberikan penyelamatan atau SAR jika terjadi musibah/kecelakaan pada penerbangan atau pelayaran serta bertanggung jawab atas wilahyanya dengan melakukan koordinasi SAR. Dan saat ini lembaga SAR indonesia adalah BASARNAS.

FASILITAS PENERBANGAN
·         Lapangan Udara
Dalam kata asingnya aerodrome (suatu daerah tertentu termasuk bangunan-bangunan, instalasi-instalasi, dan perlengkapannya bagi kedatangan-keberangkatan pesawat terbang

·         Landasan Terbang
Dalm kata asingnya (RUNWAY) ialah suatu daerah persegi panjang di lapangan udara darat bagi pendaratan dan awal terbang (take off run) dari pesawat.

·         Afron
Adalah suatu area tertentu yang berada di lapangan udara yang di pengaruhi untuk memberikan akomodasi bagi para pesawat guna keperluan-keperluan sebagai berikut :
1.     Menaikkan/menurunkan barang-barang/penumpang
2.    Pengisian bahan bakar
3.    Parkir pesawat atau pemeliharaan

·         TAXIWAY
Suatu jalan tertentu di lapangan udara yang di peruntukkan bagi pesawat terbang yang beraksi
NB : jalan jalan yang di buat untuk menghubungkan AFRON dan RUNWAY, bagi lalu lintas pesawat yang beraksi.
·         LANDING DIRECTION INDECATON LANDING TEE (PENUNJUK ARAH PENDARATAN)
Ialah suatu alat yang menunjukkan secara fisual arah pendaratan/take off dari rencana penerbangan dari suatu pesawat.

TANDA-TANDA YANG TERDAPAT DI LAPANGAN TERBANG.
Tanda-tanda yang terlihat dan terdapat di suatu lapangan terbang dipergunakan untuk memperingatkan/memberikan keterangan cara fisual kepada penerbang (pilot). Tanda-tanda isyarat yang di berikan lampu isyarat oleh pengawas lalu lintas udara.
Lampu isyarat LLU
Pesawat dalam Penerbangan
Pesawat dalam aktif lapangan terbang
Hijau tetap
Aman untuk mendarat
Aman untuk take off
Merah tetap
Beri kesempatan untuk pesawat lain dan teruskan terbang keliling
berhenti
Kedipan nyala hijau
Kembali untuk mendarat penegasannya di beikan nyala hijau tetap
Aman untuk parkir
Kedipan nyala merah
Lapangan tidak aman jangan mendarat
Aman untuk taxing di daerah pendaratan
Kedipan warna putih
-
Kembali ke titik penerbangan di lapangan

Cahaya merah pyro technikal
Tidak peduli dengan intruksi-intruksi sebelumnya jangan mendarat sementara ini