:) Satyaku ku dharmakan dharmaku kubaktikan :)

scout camp mahato

shatni.rani.maya.istiana.regina.and afni

panitia konsumsi

perkemahan bhakti dan pelantikan penegak,bantara dan laksana di smk YAPIM

mizra junaidi dan andalan cabang rokan hulu

oreantasi kamabigus kwartir ranting tambusai utara

Tampilkan postingan dengan label penegak laksana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penegak laksana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

Contoh naskah api unggun




GERAKAN PRAMUKA
GUDEP: 09-129-09-130
AMBALAN SISINGAMANGARAJA/R.A KARTINI
SMK YAPIM TAMBUSAI UTARA
Alamat: Jln. Sultan Zainal AbidinSyah


NASKAH API UNGGUN

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

Ø  Putra             : Dihalaman yang hening dan sunyi, kita berkumpul membentuk lingkaran
·         Putri              : mepererat rasa persaudaraan, agar kasih sayang yang tetap terpatri di hati
Ø  Putra             : kita saling kehilangan arah, agar kita tak tertusuk panah, maka kita perlu pemimpin upacara.
v  Pemipin upacara memasuki arena api unggun
·         Putri              : kapal sudah tertambat di dermaga makna, lalu kita lempar sauh agar mudah tuk berlabuh
Ø  Putra             : kami tak kan bisa hidup sendiri, kami bisa berbuat untuk gerakan pramuka tak kan sempurna bila kami tak dibantu kakak Pembina
·         Putri              : jemputlah kakak yang telah banyak membantuk kita, untuk hadir di tengah – tengah kita. Agar kita tenang dalam melakukan kegiatan
·         Pembina upacara memasuki lapangan
Ø  Putra             : malam ini kita berkumpul untuk melakukan upacara api unggun
·         Putri              : yang diawali dengan laporan pemimpin upacara
v  Laporan
Ø  Putra             : Kita terkadang hanya bisa menucapkan, namun kita sering tak menghayati
·         Putri              : apalagi mengenalkan nilai – nilai yang ada dalam dasadarma, cobalah renungkan
Ø  Putra             : bagaimana bila kita bisa menjadi panutan sedang kita sendiri tak pernah berbuat
·         Putri              :  Kita masuki acara api unggun ini, dengan penyalaan obor utama yang diikuti dengan api – api dasadarma
v  Penyalaan obor utama dan petugas pembawa obor memasuki arena
Ø  Putra             : pembakaran api unggun diawali oleh Pembina upacara
·         Putri              : dan dilanjutkan dengan pengucapan dasadarma
v  Pembakaran api unggun

Ø  Putra             : Api – api dasadarma guguhlah hati kami agar kami dapat menghayati dan mengamalkan nilai luhur dasadarma
·         Putri              : berilah kami semangat seperti kobaran api dasadarma
Ø  Putra             : api semangat akan membakar gairah mudamu yang menggebu, tonggak telah terpancang lanjutkan perjuangan
·         Putri              : tanpa kenal putus asa, kita mengatur langkah membuka kata tanpa makna, takluk dunia fana
Ø  Putra             : kakak jangan tinggalkan kami, karna kami bukan apa – apa , banyak yang harus kami lakukan tapi tanpa bimbingan mu tak ada yang dapat kami perbuat
·         Putri              : Kakak……kami masih butuh petuahmu, yang dapat menggugah kami untuk berbuat, untuk itu marilah kita dengarkan amanat Pembina upacara
v  Amanat Pembina upacara
Ø  Putra             : dikala kami suka terkadang kami lupa, dikala kami berduka  selalu menyebut namamu
·         Putri              :  Tuhan bimbinglah kami agar tetap dijalanmu untuk itu terimalah do’a yang kami panjatkan
v  Do’a
Ø  Putra             : ada pertemuan pasti ada perpisahan, ada awal pasti ada akhirnya
·         Putri              : tapi kami ingin akhir dari acara api unggun ini, bukanlah akhir dari pengabdian kami pada gerakan pramuka
Ø  Putra             : kita telah melaksanakan acara pokok api unggun dan untuk menandai berakhirnya acara ini kita dengarkan laporan pemimpin upacara
v  Laporan pemimpin upacara
·         Putri              :  Kakak Pembina upacara dapat meninggalkan acara api unggun namun kami masih mengharapkan kakak Pembina untuk dalam lingkaran persaudaraan walaupun acara telah usai
Ø  Putra - putri     :        Acara api unggun telah usai, semoga tuhan yang maha esa memberikan limpahan taufik dan hidayahnya pada kita semua, amin yarobbal alamin, terima kasih


ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

Rabu, 11 Desember 2013

Tata Upacara Kenaikan Tingkat Bantara-Laksana

Tata Upacara Kenaikan Tingkat Bantara-Laksana
Upacara Kenaikan Tingkat, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pengesahan kenaikan tingkat kecakapan umum yang dicapai oleh seorang anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan syarat kecakapan umum yang berlaku. Dalam tulisan ini merupakan urutan tata upacara yang dilaksanakan pada golongan Pramuka Penegak. Yakni Pelantikan Kenaikan Tingkat dari Calon Penegak ke Penegak Bantara dan Penegak Bantara naik tingkat ke Penegak Laksana.

Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara
Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, tidak boleh dihadiri Calon Penegak lainnya. Pelaksanaannya diatur sebagai berikut :
a.  Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara.
b. Calon Penegak yang akan dilantik diantar oleh pendamping kanan dan pendamping kiri ke hadapan Pembina Penegak.
c.Pembina minta penjelasan kepada pendamping kanan dan pendamping kiri mengenai watak dan kecakapan calon.
d. Pendamping kanan dan pendamping kiri kembali ke sangganya.
e. Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan Pembina, anggota ambalan menghormat dipimpin oleh Pradana/Petugas.
f. Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum antara Pembina dan calon.
g. Pembina memimpin doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
h. Penyematan tanda-tanda disertai pesan seperlunya.
 i. Ucapan janji Trisatya dituntun oleh Pembina Penegak, dengan jalan  memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. Kemudian disusul dengan penyematan Tanda Penegak Bantara oleh calon Penegak sendiri.
j.   Penghormatan ambalan kepada Penegak Bantara yang baru dilantik.
k.  Ucapan selamat dari anggota ambalan.
l.   Pendamping kanan dan pendamping kiri menjemput Penegak Bantara yang selesai dilantik untuk kembali ke sangganya.

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana
Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak
Laksana dilakukan sebagai berikut :
a. Pradana atau Pembina Penegak mengumpulkan anggota ambalan.
b. Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantar oleh pendampingnya ke hadapan Pembina Penegak.
c. Pembina minta pernyataan pendamping mengenai perkembangan watak dan kecakapan yang bersangkutan.
d. Para pendamping kembali ketempat.
e.Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan antara Pembina dan Penegak Bantara yang akan naik tingkat.
 f. Sang Merah Putih dibawa oleh petugas ke sebelah kanan depan Pembina Penegak. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota ambalan menghormat dipimpin Pradama atau petugas.
g. Pembina memberikan bendera Sang Merah Putih kepada Penegak yang bersangkutan.
h.Pembina melepas Tanda Penegak Bantara disertai pesan seperlunya.
i.Tanda Penegak Laksana dipasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan.
j. Penegak Bantara yang naik tingkat mengulang janji Trisatya dituntun Pembina memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanannya  ditempelkan di dada kiri tepat pada jantungnya
k. Pembina memimpin doa menurut agama dan keperayaan masing-masing.
l. Ucapan selamat dari anggota ambalan.
m. Pembina menyerahkan ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara.

Dalam Pelantikan Penegak Bantara dan Penegak Laksana memang berbeda dengan ketika menyelenggarakan Upacara Pelantikan kenaikan tingkat pada golongan pramuka dibawahnya (Siaga dan Penggalang), terutama pada penyematan Tanda SKU yakni Pembina Penegak menyerahkan tanda SKU tersebut yang kemudian dipakai sendiri oleh calon Penegak atau Penegak Bantara yang naik tingkat ke Penegak Laksana.